10.10.12

Foi Fun!

10.10.12
Menemukan komentar cantik dari perempuan yang juga cantik (Ojob dewe, haha..), pada tulisan Nuran Wibisono yang berjudul, Antara Iwan dan Kopi Itu.

Ini dia komentar cantik yang saya maksud :

Hallo Nuran...
Tulisan ini membuat saya agak kemringet,hahahah...

Kita tidak bisa membuat sebuah kesimpulan yang sepihak tanpa kita mengetahui alasan yang jelas kenapa Iwan Fals menerima iklan komersil, mulai dari sepeda motor sampai kopi.

Kalau saya ditanya, apakah saya kecewa dengan keadaan beliau yang seperti itu?

InsyaAllah tidak, karena IsyaAllah seorang sosok Iwan Fals tentu punya pertimbangan khusus untuk menerima iklan komersil. Dan itu bukan untuk kepentingan beliau sendiri. Karena kebanyakan dana yang didapat itu untuk kepentingan sosial. Karena ada sesuatu yang seringkali tak pernah beliau ungkapkan di depan publik.

Saya lebih kecewa ketika beliau tak lagi berkarya dan menutup diri, setelah Galang meninggal. Itu sangat menyakitkan, hidup tertutup dan tanpa karya. Entah berapa tahun lamanya kontemplasi yang beliau lakukan hingga akhirnya muncul lagi sampai saat ini.

Ah, Nuran..
terlalu panjang komentar ini...
Anggap saja ini adalah sebuah protes dari penggemar Iwan Fals..

Ayo Ngopi... :)

Lalu saya temukan juga jawaban cantik, eh tampan ding, dari seorang Nuran, penulis muda pencinta travelling.

Dan ini dia komentar tampan tersebut :

Hehehe, makasih komentar panjangnya mbak, senang bisa berdiskusi lagi :)

Seorang kawan pecinta U2 --terutama Bono-- pernah kecewa berat dengan U2. Gara-garanya Bono lebih sering mengurus kegiatan sosialnya dan melupakan dunia yang membesarkannya: musik. Kawan itu kecewa bukan karena Bono aktif dalam kegiatan sosial, melainkan karena terlalu sibuk dengan kegiatan sosial sehingga lupa berkarya.

Mungkin itu sama saja dengan Iwan. Saya memang bukan fans berat Iwan, tapi saya begitu menghormatinya, sama seperti saya menghormati Slank. Tapi ketika Iwan --dan juga Slank-- sibuk membintangi iklan dan melupakan dunia musik, saat itulah kritik harus dilayangkan. Aku juga sama sekali tak keberatan Iwan membintangi iklan, tapi ya itu tadi, kekecewaan muncul karena Iwan lupa berkarya. Atau karya yang bagus. Seingatku, dia pernah bikin album baru setaun atau dua tahun lalu.

Ya semoga saja dalam waktu dekat ini Iwan bisa mengeluarkan album baru lagi, album yang berisi musik-musik yang membuat ratusan ribu orang menggemarinya :)

Markingop, mari kita ngopi Mbak :)

Sangaaar koooeeen...! Saya suka perbincangan itu. Salam Foi Fun!

25 komentar:

  1. Kirain hebohnya Iwan Fals jadi bintang iklan cuma di sini dan obrolan salah satu sahabatku yang penggemar beratnya iwan falas juga kaya begitu..
    Ahh pokoknya mah aku suka lagu2nya Akang Iwan, terserah mau main pelem, iklan,sinetron..
    Emang masalah Buat Lo *kata Iwan Falas*...

    Markingopsus..!!
    Mari Kita Ngopi Susu..

    Pagi Bro
    Semoga hari menyenangkan..
    Salam buat Prit Manis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, ternyata Bang Iwan menciptakan banyak keterkejutan dimana-mana.

      Dulu di depan rumah saya pernah berdiri sekretariat Oi. Ceritanya, waktu itu adik / saudara saya jadi ketua Oi untuk wilayah Jember. Dia butuh tempat, akhirnya saya sarankan bikin sekretariat di depan rumah.

      Hari-hari selanjutnya, saya terbiasa kumpul dengan kawan-kawan Oi. Waktu itu sedang ada heboh iklan Iwan Fals untuk sebuah merk sepeda motor. Ketika saya tanyakan itu pada kawan-kawan Oi, jawaban mereka sama persis dengan komentar cantik di atas.

      Jawaban lain saya dapatkan dari seorang sahabat (dia pengamen) yang suka lagu-lagu Iwan, tapi bukan Oi. Apresiasinya senada dengan yang telah dipaparkan Nuran di atas.

      Kalau pendapat dari saya sendiri? Hehe, salam Foi Fun aja deh :)

      Makasih ya Mbak Nchie, salamnya sudah saya sampaikan.

      Hapus
  2. ternyata bukan saya saja ya yang merasa aneh dengan iklan kopi yang dibintangi Iwan Fals itu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siklus hidup manusia memang seringkali begitu ya Mas. Semakin tua semakin kompromi. Kata-kata "Dulu kakek pernah sangat berani.." akhirnya hanya menjadi penghias dongeng kepada cucu saja.

      Itulah salah satu alasan kenapa saya senang berkmpul dengan kawan-kawan yang jauh lebih muda dari saya, untuk menjaga semangat.

      Hapus
    2. semakin tua semakin kompromi karena lebih mengerti dan memaknai hidup kali ya Mas. Bukan selalu karena kehilangan semangat.
      *padahalan loh yo jik enom*
      Heheheh

      Hapus
  3. Apapun bentuk kegiatan mereka selain karya2nya, nantinya juga akan mencerminkan eksistensi.
    Markingopdiwar ... mari kita ngopi di warung [kepanjangan ya mas?]

    beautiful day, U2 ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ya, ada benarnya juga. Dan apakah salah satu alasan Bang Iwan menerima iklan tersebut disebabkan oleh sebuah kata bernama eksistensi? Entahlah, mari kita tanyakan saja pada 'Inul Daratista' yang bergoyang, hehe..

      Markingopdiwarjemb, mari kita ngopi di warung jember.

      Hapus
  4. agak terperangah mulanay ketika keluar iklan itu,
    mungkin aja beliau mau ikut mengangkat pamor kopi Indonesia supaya lebih ngetop di negara sendiri, ..... karena makin banyak warkop luar negri mAsuk sini...
    he..he...ini pendapatku doang....
    di luar negri kan kopi kita disukai lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bongkar kebiasaan lama, Orang Indonesia tidak suka investor yang bersifat menjajah, hehe. Kalimat yang ambigu.

      Iya Te, bisa jadi begitu. Makasih apresiasinya ya Tante.

      Hapus
  5. Keknya saya malah gak pernah bikin komen sepanjang itu. Kapan ya bisa bikin komen yang tampan kek gitu?. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...

      Saya baru nyadar, ternyata saya tidak berperan apa-apa dalam tulisan kali ini. Hanya copas dua komentar, lalu jadilah sebuah artikel.

      Hapus
  6. Saya hanya bisa bilang WOW !! hehe

    Hidup OI :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Oi.

      Oi! kabarnya kata ini memiliki arti hello atau halo, dalam aksen cockney di Inggris. Kemunculannya hampir bersamaan dengan punk. Pelan tapi pasti, Oi mulai meredup di era 80-an.

      Kemudian pada pertengahan tahun 90-an, ada Oi di Indonesia. Bermula di Bandung, sebuah kota dengan apresiasi indie yang sehat.

      Salam Oi Fun, eh salah ding, hehe.. Ayo ngopi nang panaongan :)

      Hapus
    2. Oi itu panggilan ayah buat saya ketika disuruh kesawah "Oi duli en tager aben kedik" hehehe

      Hapus
    3. Haha.. dadi iling baksone ebes :D

      Hapus
  7. meskipun bang iwan sudah tidak berkarya, saya rasa anak didik bang iwan sudah berkarya di seluruh nusantara ini mas bro

    mungkin sampeyan salah satunya ^^

    yang penting saya tetep suka sama lagu "siang seberang istana"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. aku bukan Oi resmi. Untuk menjadi seorang Oi, kita harus nyetor foto ke sekretariat Oi terdekat, dan mengganti uang cetak Kartu Oi sebesar 10. 000 rupiah (atau terserah kesepakatan). Nah, aku ndak nduwe iku Boll.

      Tapi aku salut sama Iwan Fals muda. Sepak terjangnya wow. Bener jarene Prit. Bang Iwan terkesan lebih menutup diri (dan lalu kemudian sangat terbuka pada karya-karya orang lain) semenjak Gilang meninggal dunia.

      Mangkane akeh pahlawan mati muda yo Boll. Dr. Soebandi gugur umur 32 tahun. Letkol M. Sroedji gugur di usia 34 tahun. Mereka gugur hampir bersamaan, di pertempuran Karang Kedawung - Jember, 8 Februari 1949. Walah dadi ngomongne perang :D

      Aku seneng lagu sing judule 2 menit 10 detik. "Yang menangis di ketiakku.. Engkaukah itu perempuanku.."

      Walah, akhire nyanyi, hehe..

      Ayo ngopi nang omah panaongan Boll, aku nduwe kopi cap kapal crickett :)

      Hapus
  8. hehehehe,, setiap orang mempunyai alasan atas apa yg dilakukan,, tp setiap tanya tak mesti ada jawab,, selamat pagi,,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentarnya bijak sekali, hehe

      Hapus
  9. iklan kopi khas indonesia itu ya mas hehehe

    BalasHapus
  10. wah, ternyata jadi perbincangan berat ya Mas....

    saya sih asik-asik aja, udah nyoba kopinya malahan, heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan ya kita join kopi di Jember? hehe..

      Hapus
    2. wah, mugo jodoh ae Mas....
      saya kan ada saudara di Lumajang.

      Hapus

acacicu © 2014