10/13/2010

Belajar Dari Api Unggun

Penulis blog tidak jauh beda dengan api unggun. Menerangi tapi tidak melelehkan. Menghangatkan tapi tidak meludeskan. Menawarkan percik percik api tapi berbentuk inspirasi. Seperti itulah seorang blogger. Mampu menyumbang terang di tempat yang gelap.

Apa syaratnya jika ingin menjadi seorang blogger? Syarat paling dasar adalah kemauan. Katakanlah kita ahli dalam bidang perapian. Tapi jika kita tidak punya kemauan untuk membuat api unggun, maka jangan harap kita akan bisa menikmati hangatnya.

Setelah kemauan, hal paling vital yang harus kita miliki adalah pemantik api. Ya, kita harus memiliki sesuatu yang bisa mengundang datangnya api. Kenapa harus api? Karena bukan api unggun namanya jika tidak ada api, hehe.

Api identik dengan semangat. Dan itu yang harus dimiliki oleh seorang blogger

Oke, kemauan sudah ada dan pemantik api sudah tergenggam. Lalu apa yang harus kita lakukan? Mengumpulkan ranting ranting kering, itu jawabannya. Kita susun sedemikian rupa lalu kita nyalakan. Maka jadilah api unggun.

Menulis di blog pun demikian. Kita butuh ide. Kita jaring dan kumpulkan saja ide ide yang ada di sekitar, untuk kemudian kita susun semuanya hingga menjadi sebuah tulisan. Sesederhana itu saja.

Pertanyaan selanjutnya..

Bagaimana cara menggunakan internet secara sehat? Apakah masih bisa diibaratkan dengan api unggun? Tentu saja masih bisa.

Paranetter, seperti yang kita tahu, hanya api kecil yang bisa kita jadikan teman. Begitu juga dengan jika kita membuat api unggun. Kita harus membuat batasan batasan untuk memastikan api tidak menjalar. Berinternet sehat juga seperti itu. Kita harus mampu memanage tulisan kita menjadi seefisien mungkin. Menentukan waktu ngeblog misalnya. Atau membatasi tulisan tulisan untuk tidak mengangkat issu SARA.

Sebuah pelajaran lagi yang bisa kita petik dari filosofi api unggun adalah tentang konsekuensi. Berani membuat api unggun berarti berani menanam pohon. Kenapa demikian? Karena api unggun berbanding dengan penggunaan ranting dan kayu. Dan itu semua berasal dari pohon. Tidak mencampur api unggun dengan sampah yang menghasilkan asap tidak sedap, itu juga sebuah catatan.

Seorang blogger pun demikian. Berani membuat blog berarti harus berani berkarya. Setidaknya, berani menulis di blog meski hanya sebulan sekali. Satu lagi, tidak kopi paste. Bagaimanapun kopas itu tidak sehat dan sama sekali tidak sedap.

Semoga hasil renungan yang sederhana ini bisa membuat kita beraktifitas internet secara sehat. Siapa tahu, dari yang sederhana kita juga bisa menjadi seorang penulis blog yang hebat. Amin.

Tulisan ini pernah diikutsertakan dalam bandungblogvaganza.blogdetik.com festival blog 2010

50 komentar:

  1. tak hanya diri sendiri yang memperoleh manfaat, tapi juga orang lain mengindikasikan bahwa kita bener2 ngeblog dengan sehat.

    beberapa blog masih saja ada yang justru merugikan orang lain entah dengan motif apapun, yang jelas ketika sudah merugikan orang lain, hal itu harus diperangi.

    BalasHapus
  2. hati2 dengan api... jangan sampai membakar diri kita sendiri (internet yg tidak baik bisa merusak moral kita)

    BalasHapus
  3. filosofi yang keren n moga sukses ikut kontes ini

    BalasHapus
  4. yayaya..semoga saya bisa jadi seperti api unggun. menerangi dan memberi kehangatan buat orang laen lewat tulisantulisan kita.

    salam acacicu

    BalasHapus
  5. @Ihsan : Makasih, semoga sampean juga selalu ngeblog dengan sehat. satu lagi, semoga dengan blognya sampean, kota Demak semakin mantab. Salam hangat;

    @Eserzone : Iya bro, api kalau nggak dijinakkan bisa bersifat melukai. Tengkyu ya;

    BalasHapus
  6. @Bolang : Makasih. Semoga sukses juga dengan cerita petualangnya;

    @Nissa Dwi : yayayaya jugaaa, hehe; Iya, semoga kita bisa berkarya, dan karya itu menghangatkan dan bermanfaat, Amin; Makasiiih;

    BalasHapus
  7. Wahhh,,keren banget tulisannya..
    moga sukses ikutan kontes ini mas,,
    ku do'akan selalu..

    BalasHapus
  8. @Apikecil : Makasih ya. Maturnuwon;Ohya, salam ke Qiqie ya nduk..

    BalasHapus
  9. perumpamaan yang bagus :) menjadi apu unggun saja, bukan api yang besar dan membakar. hmm..

    BalasHapus
  10. Setuju Masbro, karena sesuatu yang besar itu terwujud berawal dari hal sederhana..
    Dengan memiliki kemauan, semangat dan ketekunan maupun KEJUJURAN dalam berkarya, semoga kita bisa mencapai cita-cita yang didambakan.
    Salam...

    BalasHapus
  11. semoga sukses kontesnya :D

    BalasHapus
  12. Wah, perumpamaannya komplit!
    Susah lho mencari sebuah perumpamaan yang masih bertema lingkungan, tapi mas berhasil melakukannya..hehe...
    Ini blogger yang memiliki semangat tinggi. Dua jempol deh..hehe..
    ;)

    BalasHapus
  13. Mantab bro... cuma blogger yg bijak aja yg masuk dalam perumpamaan di atas. klo blogger yg nakal, apalagi blogger yg omes perumpamaannya seperti apa yach?... :D

    BalasHapus
  14. Selamat ya Aim, semoga sukses dlm kontes nya ........
    kita juga hrs pandai2 memilih kata2 atau kalimat yang tdk menggurui, ini termasuk berinternet secara santun khan?
    salam

    BalasHapus
  15. Kata teman Omku begini mas, dia comment lewat sms saat tahu aku publish tulisan...

    Gak apa jelek gitu Han (maksudnya dia menghina tulisanku ni, he he. Dia udah biasa ceplas-ceplos), untaiannya tak indah pun tak apa asalkan ORI (dia ngetiknya huruf besar).
    Dan ingat ya, Nduk...kalau bisa yg bermanfaat, minimal buat kamu sendiri :)

    Nice post, filosofi api unggun, Moga menang yah!

    Semoga hari-hari kita penu makna!

    BalasHapus
  16. postingan bagus ^_^
    semoga menang ya.
    coba tiap blogger kayak kamu, ga cuma nempelin banyak produk di blog-nya
    hehe


    salam kenal ya acicuh. makasih juga kemarin sudah membantu ikut survey :)

    BalasHapus
  17. kadang blog yang buruk bisa jadi pelajaran wat pembacanya untuk ga menjadi buruk
    ya ga Bro?:D

    BalasHapus
  18. Yey..yey..yey... keyeeeeennnn..!!!
    moga api unggunya menang Bro.. :)
    kalo dapat hadiah, kirim2 lah... haha

    Semangatttt..>!!!

    BalasHapus
  19. dahsyat sobat
    ini memotivasi saya untuk terus menulis meski sederhana :)

    BalasHapus
  20. "api unggun. Menerangi tapi tidak melelehkan. Menghangatkan tapi tidak meludeskan. Menawarkan percik percik api tapi berbentuk inspirasi. Seperti itulah seorang blogger. Mampu menyumbang terang di tempat yang gelap"

    suka sama stament itu.. :) :)
    hidup blogging..keep writing..
    yang terpenting adalah menulis dengan hati..menulis dengan jujur... :D

    BalasHapus
  21. @ingafety : Iya, api unggun saja deh. Soalnya kalau api besar bisa bahaya, hehe; Makasih ya Mbak Fety;

    @Bli TuSuda : Bener Bli, kecil itu awalan untuk menjadi besar. Khusus untuk api unggun, kita harus bisa menjaga api agar tidak membesar dan membahayakan..Makasih masukannya Bli. Salam hangat dari Jember;

    @Satria Yudha : Terimakasih;

    BalasHapus
  22. @Tamba Budiarsana : Ah Bli Tamba bisa aja, jadi malu saya, hehe.. Makasih ya Bli. Saya doakan juga semoga Bli selalu bersemangat;

    @Fir'aun NgebLoG : sama aja gan, blogger apapun bisa juga kok pakek perumpamaan api unggun.kan sama2 punya kemauan & semangat, haha;Tapi semoga aja kita semua melangkah ke arah (menuju) bijak. Amin;

    @bundadontworry : Iya Bunda. Itulah yang saya takutkan. takut menggurui. Makanya artikel ini melewati beberapa kali koreksi. Ternyata ikut kontes itu susah ya Bunda, hehe;
    Iya Bunda, juga termasuk berinternet secara santun (semoga).
    Makasih ya Bunda;

    @Pendar Bintang : Makasih ya. Iya bener memang, ori itu penting. setidaknya untuk kita biar bisa terus latihan nulis. Dan juga bermanfaat tentunya. Kalo sudah bermanfaat untuk kita, kan aura manfaatnya bisa memancar untuk sekitar; ya, berpendar pendar gitu deh;

    BalasHapus
  23. @tobytall : Iya Mbak salam kenal juga. Makasih;

    @debhoy : Iya, bener itu Mbak Deb. Buat bercermin juga;

    @advertiyha : Hahaha,,lha saya ngikut ini kan lantaran Mbak,,Hebat deh Mbak pokoknya, inspiratip;

    BalasHapus
  24. @cucuharis : Makasih mas. Ohya, selamat ultah blog yg ke dua tahun ya mas..

    @mylitleusagi : Ya, menulis dengan hati, menulis dengan jujur. Semoga kita sama2 bisa terus belajar dan mengasah diri untuk bisa menulis dengan hati; Makasih Makasih makasih;

    BalasHapus
  25. "Sebuah pelajaran lagi yang bisa kita petik dari filosofi api unggun adalah tentang konsekuensi. Berani membuat api unggun berarti berani menanam pohon. Kenapa demikian? Karena api unggun berbanding dengan penggunaan ranting dan kayu. Dan itu semua berasal dari pohon. Tidak mencampur api unggun dengan sampah yang menghasilkan asap tidak sedap, itu juga sebuah catatan."

    yang selalu khas dari tulisan-tulisannya mas bro,,semuanya selalu ada kaitannya dengan lingkungan,,apapun itu..
    sukses mas buat festival blog-nya..
    semoga diberikan yg terbaik,,

    BalasHapus
  26. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    BalasHapus
  27. Mantabs perumpamaannya bro, saya suka dengan kata2nya mudah saya pahami,... sukses dah!!!!

    BalasHapus
  28. @Hanna : Makasih ya.. Eh, ayo ikutan juga dong. Kamu kan pinter nulis? Ayo, sekedar cari pengalaman & partisipasi. Aku juga baru ikutan kontes. Ikut yaaa...

    @Yohan Wibisono : Oh, bisnis ya Mas? Oke, semoga sukses ya mas..Makasih kunjungannya;

    @Al Gadri : Makasih Bang..Mator Sakalangkong; Nggak pengen partisipasi juga Bang?

    BalasHapus
  29. eeh...ini maksudnya lagi ikutan kontes kah?
    Moga sukses yaaaa...

    Keren juga analogi nya Aim...
    Mengibaratkan blog dan internet kayak api unggun..

    Aku juga setuju banget dengan NO KOPAS...
    Karena aku sangat menjunjung tinggi originalitas dalam blog aku...

    BalasHapus
  30. @Bibi Titi Teliti : iya Mbak, lagi ikutan kontes, ketularan Mbak Advertiyha.

    Original itu indah, bahkan meskipun dengan bahasa yang belepotan. Itu menurut saya Mbak.

    Makasih banget Mbak; Salam buat adek2, istimewa buat si fathir, hehe;

    BalasHapus
  31. Segala sesuatu haruslah bisa mengarah kebaikan, demikian juga dengan tulisan.. Semoga api unggun yang kita buat selalu menghangatkan kita, bukan malah membakar orang yang ada didekatnya...

    BalasHapus
  32. @Lozz أكبر : Sepertinya itu cita2 kita bersama brade Lozz, Matur Tengkyu yaa...

    BalasHapus
  33. Kadang aku sudah mengumpulkan ranting serta membawa korek tapi sial angin berhembus kencang sehingga korek tidak bia menyalakan ranting2 itu. VBegitupun dengan diriku sekarang ini. Semua sudah ada tapi terkendala oleh senjata yang jadi serba kelam sekelam monitorku :(
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  34. Masalahnya, akutuh selalu terheran-heran kok bisa saja Mas Bro ini menemukan filosofi hidup dibalik segala sesuatu yang di temui :)

    Pemerhati alam :)

    BalasHapus
  35. @Mas Sugeng Harjono : Oh, monitornya masih belum bisa ya Mas? Iya ding saya lupa, saya kan janji, biar saya aja yg berkunjung ke sana sambil nunggu komputernya sampean selesai, hehe. bentar lagi langsung meluncur deh..
    Ehmm..Ohya, tentang senjata ya mas. Jika angin berhembus kencang, apinya di nyalakan di hati aja mas. trus kita pake jaket, hehe;Salam hangat dari kota kecil Jember untuk keluarga Tabanan;

    BalasHapus
  36. @PendarBintang : Sebenarnya ini kisah nyata Mbak. kemaren malam, sebelum posting artikel ini, saya terjebak pemadaman listrik. Pemadamannya di areal kampus, soalnya pas lagi nganterin adek.

    Nah, pas lagi gelap2an itu, saya langsung rogoh saku, ambil korek api, trus berinisiatif cari ranting2. Nggak lama kemudian saya sudah dihangatkan oleh api unggun.
    Pas waktu itu deh, saya sekalian mikir tentang apa yg mau saya posting di acacicu, hehe...

    Makasih yaaa...

    Ohya, saya lagi kesulitan BW nih, banyak blog yg sy nggak bisa ninggalin komen (padahal udah nulis & tekan enter). Mohon maaf buat semuanya..Tapi tetap akan saya coba;

    BalasHapus
  37. Gak berani partisipasi bro. Ini aja masih belajar nulis ha ha ha. Kalau kata orang di pulauku Talango, tulisanku masih car kalacer. Aku tak cari blog yang buat foto aja bro. Kalau tulisan nanti2 aja deh.

    BalasHapus
  38. bukan hanya ngeblog saja yang harus sehat, berkomentar pun juga harus sehat, betul betul betul?????

    http://bundamahes.wordpress.com/2010/10/11/ssssst-ada-yang-marah/

    BalasHapus
  39. amin

    semoga berhasil. dan saya juga sepertinya akan ikut berpartisipasi, cuman belum sempat nih nulisnya, hihihihhi

    BalasHapus
  40. Wah disertakan juga di festival blog detik ya, mantep tulisannya nih..aku mo ikutan lomba juga jadi bingung bahasannya apa, pemantik api nya udah ada tapi belum berhasil nemuin ranting ranting nih, hehe :)

    BalasHapus
  41. @AL-GADRI : Lho aku juga belajar nulis nih Bang..ayo belajar bareng2;

    @bundamahes : betul sekali Bunda..makasiiii;

    @Usup Supriyadi : Ayo ikutan juga Om; Makasih;

    BalasHapus
  42. @Maminx : Ayo mas, ikutan juga..Saya tunggu deh. Nyari rantingnya nggak usah jauh2 mas, hehe; makasih komennya;

    BalasHapus
  43. ya kalau bisa minimal update blog sminggu sekali mas. jgn mpe sebulan sekali :D

    BalasHapus
  44. @Kampusblog : hehe,,iya juga seh..sebulan terlalu lama ya? Makasih komentarnya; Salam hangat..

    BalasHapus
  45. saya mau jadi api unggun mas :)

    BalasHapus
  46. @kemilaustardust : Kan sudah punya kemilaunya api unggun Mbak, hehe;

    BalasHapus
  47. setuju gan....filosofinya..cakep...hehehe...jadi tersanjung..salam bloger..gan..eh salam kenal...

    BalasHapus
  48. @Abdul Rohim : Makasih juga gan, salam kenal kembali. Juga, salam hangat dari kota kecil Jember..

    BalasHapus
  49. Semoga sukses lombanya masbro.(revo admin)

    BalasHapus
  50. @Keluarga Tamasya : Maturnuwon rek..Makasih;

    BalasHapus