17.9.10

Asal Usul Jember

17.9.10
Ada beberapa versi kisah tentang asal usul kota Jember. Diantaranya adalah versi yang mengatakan bahwa Jember dulunya daerah yang berawa rawa. Kotor dan becek. Dibahasakan dengan kata "JEMBREK". Seiring berlalunya waktu, kata jembrek berubah menjadi Jember. Mengikuti lidah dan kebiasaan masyarakat lokal Jember.

Saya akan mengambil satu versi yang lain untuk anda. Semoga bermanfaat.

Pada jaman dulu. Saat pulau Jawa masih lebih banyak hutan belantara dibanding populasi yang ada. Manusia seringkali melakukan perpindahan untuk mencari tempat yang lebih baik. Ini bercerita tentang dua kelompok migrasi.

Kelompok pertama berasal dari suku Jawa. Jawa timur pedalaman. Seperti Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Bojonegoro Ponorogo dan sekitarnya. Kelompok migrasi kedua adalah Dari suku Madura. Kedua kelompok tersebut bermigrasi. Mencari tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Keduanya bertemu pada satu titik.

Kelompok pertama dari suku Jawa berkata,”Nang kene ae, lemahe sik Jembar. Artinya, disini saja tanahnya masih luas. Kelompok kedua dari suku Madura juga berujar, “Iyeh, neng dinnak beih, tananah gik Jembher. Artinya, Iya disini saja, tanahnya masih luas. Begitulah awal terjadinya akulturasi. Percampuran kebudayaan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kata Jembar dan Jembher berevolusi (dan berasimilasi) menjadi seperti yang kita tahu sekarang. JEMBER.

Itulah legenda singkat tentang asal usul kota Jember. Sampai hari ini, Jember masih di dominasi oleh dua suku besar tersebut. Jawa dan Madura

Sedikit Tambahan

Asal Usul yang lebih lengkap ada di tulisan saya yang di sini.

13 komentar:

  1. Keknya sangat meragukan asal-usul ini :D

    BalasHapus
  2. @Cah Kencong : Ya memang untuk masalah legenda (asal usul), ada banyak versi mas. Ini sharing aja. Pengalaman saya waktu dulu ngerjakan skripsi ttg Jember, yang disetujui asal usul yg ini; Makasih ya mas koreksinya; Terimakasih juga kunjungannya;

    BalasHapus
  3. Wong Semboro09.33.00

    Saya pernah baca dulu di perpusatakaan, katanya asal usul nama Jember dari nama puteri kerajaan di situ. Mungkin dulu memang ada kerajaan di Jember.. may be..

    BalasHapus
  4. jember bukan kota yang tumbuh dari reruntuhan kerajaan (sejauh yang saya tahu begitu), tapi sengaja dibuka baru abad 19 (1859) oleh george birnie dan dua kawan lainnya. Mereka karyawan VOC yang ingin mengembangkan produksi tembakau. Satu2nya kerajaan yang ada di jember saat itu yaitu di puger. Namanya kerajaan Sadeng. Mohon koreksi bila saya salah. Terima kasih.

    BalasHapus
  5. Setahu saya, Jember dalam bahasa Inggris diartikan sebagai "muddy" yang artinya berlumpur atau keruh. Nama ini ada kaitannya dengan Daerah Jember yang pertama kali dikembangkan oleh imigran adalah Puger, yang di situ juga banyak aliran muara. Air muara memang keruh dan berlumpur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang sejarah Jember tidak bisa lepas dari wilayah Puger, apalagi jika ditarik dari kerajaan sadeng awal abad 14. Sayangnya yg namanya asal usul tidak bisa dimasukkan dalam sevarah, hanya mitologi sejarah saja, semacam pengkayaan histori. Terima kasih apresiasinya yang keren :)

      Hapus
  6. masbro, ah bingung saya mau panggil gimana. mas RZ saja. saya setuju dengan Anda tentang nama Jember dari Jembar. Karena saya mendapat 'pencerahan' mengenai hal tersebut dari dosen saya.
    Oh ya, Mas. Saya tertarik membaca Skripsinya. Kalo boleh tahu (menebak) ada di fakultas sastra jurusan apa, dan diselesaikan tahun berapa? saya ingin membacanya di perpus Unej. (Semoga tebakan saya tidak meleset).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Panggilnya terserah, apa saja boleh. Mas Hakim juga nggak masalah :)

      Iya, saya dari fakultas sastra jurusan ilmu sejarah. Saat ini posisi masih di jember. Silahkan mampir ke kediaman saya kalau berkenan.

      Hapus
    2. apkah Masbro yang menggawangi Tamasya?? dan pencipta "Lestari"??

      Hapus
    3. Kebetulan iya benar. Saya berproses di tamasya band dan menciptakan lagu tersebut. Salam hangat :)

      Hapus
  7. Ijin share Mas,
    Salam Jember

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo. Terimakasih dan salam Njember :)

      Hapus
  8. mas sya malu sebagai orang jember setiap saya lewat lumajang,malang,blitar,t.agung,t.galaek,ponorogo balik ke jember sampai banyuwangi cuma jember aja yang g punya budaya khas dan makanan khas pemerintahnya g peduli ama budaya sibuk korupsi bisa dikatakan warga jember miskin kebanggaan setidaknya kita punya budaya khas !!!

    BalasHapus

acacicu © 2014