5/23/2013

Cicik dan Rambut Yang Berwarna Merah

Cerita tentang Cicik ini saya istimewakan untuk Adek Vania, putri cantiknya Mbak Lyliana Setianingsih. Selamat merayakan hari lahir yang ke lima ya sayang. Semoga semakin cantik, secantik pelangi.

Oke, ini dia cerita untuk Vania. Tentang gadis mungil bernama Cicik.

Berhubung di catatan sebelumnya sudah pernah saya kisahkan tentang seorang gadis cilik bernama Cicik (di postingan berjudul Bukan Laskar Pelangi), maka kali ini saya akan kembali menceritakan seputar tingkah polah Cicik.

Cicik

Ya, gadis cilik dalam foto itu bernama Cicik. Usianya hampir 4 tahun. Belum bisa membaca, belum ngerti angka-angka, tapi sudah bisa melafalkan Bismillahirrohmanirrohim.

Dua hari yang lalu, baru saya tahu jika Cicik sama sekali belum mengenal dunia warna. Dia hanya bisa menyebutkan jenis-jenis warna seperti merah, kuning, hijau, biru, hitam, dan lain-lain, hanya karena dia sering mendengar orang-orang di sekitarnya menyebut itu.

Kondisi ini baru terdeteksi ketika Prit mengajak Cicik untuk bermain warna. Waktu disuruh mengambil balok warna putih, Cicik mengambil balok dengan warna yang lain. Begitu seterusnya.

Oalah..

Tadinya saya heran, sebab Cicik mengerti warna bendera Indonesia. "Melah putih," begitu katanya. Ternyata dia hanya merekam ucapan yang pernah didengarnya.

Di waktu yang lain, saya pernah bertanya ke Cicik, apa warna air laut? Cicik menggeleng sambil tersenyum manja. Dia bilang, tidak pernah melihat air laut, jadi tidak tahu warnanya.

Saya baru benar-benar yakin kalau Cicik buta pengetahuan akan warna ketika saya mengujinya dengan satu pertanyaan sederhana. "Cik, iki warnane opo?" Saya mengatakan itu sambil jemari tangan kanan memegang rambut saya sendiri. Dengan asal-asalan Cicik menjawab lantang. "Melah!"

Jdeeer..!

Ternyata rambut saya berwarna merah saudara-saudara, haha...

Vj Lie (Blogger Jember) sedang mengajarkan warna pada Cicik

Sedikit Tambahan

Cik, jadikan hidupmu kaya warna seperti pelangi meskipun kau bukan laskar pelangi. Iya benar, Tuhan memang tidak pernah menjanjikan bahwa rambut selalu hitam dan langit selalu berhias pelangi. Tapi Tuhan menjanjikan keindahan bagi hamba-Nya yang senang belajar. Rajin belajar ya Cik, biar sakti.